Tak Seram Seperti di Film, Ini Festival Midsommar di Dunia Nyata

Tak Seram Seperti di Film, Ini Festival Midsommar di Dunia Nyata

Tak Seram Seperti di Film, Ini Festival Midsommar di Dunia Nyata

Tak Seram Seperti di Film, Ini Festival Midsommar di Dunia Nyata, Traveler ingat film Midsommar buatan Ari Aster yang tayang tahun lalu? Film bergenre folk horror itu sempat menyita banyak perhatian publik karena alur ceritanya yang tak biasa dan seram.
Tapi tahukah traveler, festival Midsommar yang ada di dalam film tersebut sebenarnya mengadopsi dari festival di dunia nyata, lho. Festival Midsommar ini berasal dari Swedia dan selalu dirayakan setiap tahunnya sampai saat ini.

Dikutip dari Matador Network, Midsommar atau Midsummer dirayakan di bumi bagian utara setiap musim panas, tepatnya di penghujung Juni yang durasi penyinaran mataharinya paling lama sepanjang tahun. Di Swedia sendiri, Midsommar ini diartikan sebagai matahari yang tidak pernah atau hanya nyaris terbenam pada perayaan.

Mirip seperti di film, festival Midsommar dirayakan dengan besar-besaran, lengkap dengan mahkota bunga, tarian maypole, udara yang sejuk dan segar, dan jamuan lainnya. Saking meriahnya festival ini, beberapa orang sampai mengajukan petisi untuk menjadikan Midsommar sebagai hari nasional yang jatuh setiap 6 Juni.

Akan tetapi sebetulnya selain Swedia, ada juga lho masyarakat negara lain yang merayakan festival yang sama. comtohnya saja Finlandia dengan perayaan Juhannus-nya. dan di Norwegia ada festival Sankthansaften sementara di Denmark dinamakan Sankt Hans Aften.

Selain di kawasan Nordik, negara lain di Eropa seperti Portugal dan Hungaria juga merayakannya. Bahkan di Brasil dan Kanada, masyarakat merayakannya sebagai Hari Santo Johannes. Di Latvia, peringatan ini disebut Ligo atau Jani yang menjadi perayaan besar setiap tahun.

Sejarah Midsommar dimulai sejak masa agraria atau abad ke-6 dilakukan untuk menyambut musim panas dan mendorong kesuburan. Festival ini dirayakan masyarakat di pusat Swedia yang diadakan semalam suntuk karena matahari bersinar dalam jangka waktu yang cukup lama.

Menurut kepercayaan Pagan, keajaiban akan datang berlimpah diantara siang dan malam dimana dunia kita dan dunia roh, yang baik dan jahat, posisinya sangat tipis. poker idn deposit via pulsa indosat

Perayaan Midsommar berkembang setiap tahunnya. Pada abad ke-16, maypole diperkenalkan. Tiang tinggi ini dihiasi dedaunan dan bunga yang juga digunakan untuk menghiasi rumah. Zaman dulu juga ada pria hijau yang mengenakan kostum dari tanaman pakis dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Tetapi saat Kekristenan masuk ke Eropa pada akhir abad pertengahan, budaya Pagan tergeser dengan budaya baru sehingga Midsommar pun disesuaikan. Midsommar tak lagi dirayakan secara spiritual melainkan hanya sebagai perayaan musim panas biasa.

Mirip seperti di filmnya, saat Midsommar, orang-orang menari mengelilingi maypole sambil menyanyikan lagu folk. Bedanya, kostum di film merupakan kostum tradisional dengan dominasi warna putih sementara aslinya, orang berpakaian biasa dengan mengenakan mahkota bunga di kepalanya.

Dan ada juga bagian yang setengah benar di film. Midsommar memang identik dengan cinta dan kesuburan. Perempuan biasanya akan memetik bunga lalu menaruhnya di bawah bantal dan memakan bubur asin sehingga mereka dapat bertemu suaminya dalam mimpi. Hal ini berbeda dengan versi film yang mengandung khayalan fiksi.

Dan pastinya, Midsommar di dunia nyata tidak terkait dengan ritual persembahan atau pembunuhan manusia. Itu hanya terjadi di film, sesuai genre yang diangkat Aster.

Tahun ini, perayaan Midsommar tidak dapat diikuti orang-orang secara langsung guna menghindari penyebaran COVID-19. Perayaan ini disiarkan melalui live streaming di Facebook Visit Sweden pada 19 Juni 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *